BERANG LOMPOA RI LONGKA
LAPORAN HASIL PENELITIAN
(EKSISTENSI SEJARAH DAN BUDAYA LONGKA DALAM TRADISI CERA KALOMPOA)
MUHAMMAD
NURAMIN YUNUS
MUHAMMAD
FIRMANSYAH
SITI
NURFATIMAH AZZAHRA
PUSVITA
SULASTRY
YENI RIKE
ANGELA MERICI BENGA ANGIN
Rumusan Masalah
1.
Asal
mula Berang Lompoa Ri Longka
2.
Eksistensi
tradisi Cera Kalompoa
Poin-poin Penting
1.
Sejarah
Berang Lompoa
2.
Kepercayaan
masyarakat Longka terhadap Berang Lompoa
3.
Tradisi
Cera Kalompoa sebagai acara pencucian Berang Lompoa ri Longka
4.
Eksistensi
acara Cera Kalompoa dalam masyarakat Longka
5.
Hubungan
Berang Lompoa dalam terbentuknya sungai Jene Berang
Pembahasan
Di suatu ketika terdapat tiga orang bersaudara di kampung Longka. Tiga
bersaudara ini memiliki perkerjaan yang berbeda, ada yang bekerja sebagai
petani, seorang pejuang (tubarani), dan ada penguasa kampung. Si petani
memiliki alat petani yang lengkap, si pejuang (tubarani) memiliki alat perang
yaitu parang panjang, meriam, baju, dan penguasa kampung memiliki alat pacuan
kuda.
Di suatu hari saat ketiga saudara ini bertani mereka melihat cahaya pelangi
(bialla) dan mereka mendengar dentuman keras yang tidak diketahui dari mana
asalnya, kemudian mereka mendengar suatu yang mengatakan “Ambillah parang yang
tersimpan di atas batu lalu bawa pulang ke rumahmu dan rawat dengan baik”. Dari
sinilah asal usul berang lompoa ri Longka yang ditemukan oleh tiga bersaudara.
Berang Lompoa adalah parang panjang. Berang yang berarti parang, dan Lompoa
yang berarti panjang.
Tradisi atau eksistensi Berang Lompoa dilaksanakan setiap satu kali sama
satu tahun tepatnya pada bulan agustus 14 Hijriyah atau biasanya disebut dengan
Bissa Kalompoa.
Berang Lompoa pada masanya dipakai oleh raja-raja Tumanurung untuk menata
rumah kaca yang berada dibawah gunung Bawakaraeng dan hanya orang-orang yang
memiliki indra keenam atau orang yang diberi rahmat yang bisa melihat rumah
kaca (Balla kaca).
Pandangan masyarakat tentang tradisi bissa kalompoa ada tiga versi;
1.
Ada
yang masih percaya untuk melaksanakan tradisi bissa kalompoa
2.
Ada
yang netral yang artinya masyarakat disatu sisi mempercayai tradisi bissa
kalompoa dan di sisi lain masyarakat sudah lebih percaya kepada agama dari pada
tradisi
3.
Ada
yang sudah tidak percaya tradisi bissa kalompoa
Pada saat tradisi berang lompoa masyarakat membawah beras Dan ayam, selain
membawah beras Dan ayam merek juga kadang memotong sapi.Tradisi pencucian
berang lompoa dialukan secara turun temurun di desa longka. Tradisi ini diikuti oleh masyarakat longka
maupun orang laur ( bukan masyarakat longka). Masih ada masyarakat Yang
mengikuti tradisi tetapi sudah tidak mempercayainya. Acara pencucian berang longka
di lakukan selama 3 hari. Adapun tradisi berang lompoa di laksanakn di rumah
panggung tempat berang lompoa di simpan , rumah panggu tempat oenyimoanan
berang lompoa itu, bukan hanya berang lompoa tetapi ada juga berbagai macam
besi.Dan pencucian berang lompoa tidak menggunakan air biasa tetapi Yang di
pakai mencuci itu adalah minyak khusus( tertentu).
Masyarakat longka sangat menghormati keberadaan berang lompoa, karena
berang lompoa merupakan warisan dari leluhur atau benda pusakanya orang
longka. Betang lompoa juga menjadi
simbol warisan dan simbol pemersatu masyatakt longka.
Hubungan berang lompoa dengan sungai jeneberang, menurut cerita/mitos
berang lompoa menjadi alat yang dipakai
untuk membuat sungai jene berang.
Cerita barang lompoa dengan sungai jeneberang menurut wali penunggu jeneberang terdapat 7
bersaudara, 7 bersaudara ini disimbolkan dengan sungai jene berang. Dimana Ketika
7 bersaudara ini tidur bersama ,keesokan paginya 6 bersaudara ini terbangun dan
mereka mengambil jalan masing-masing. 1 sungai kunisi yang melintas ke baliti
dan 1 mengalir ke sinjai yaitu sungai tangka, dan 4 sungai lainnya ada yang
mengalir ke bantaeng yaitu sungai tino dan sino dan ada yg mengalir ke
bulukumba dan takalar. Dan jeneberang
merupakan yang terakhir bangun
dan jeneberang pun berfikir kemana semua sudaraku, karena tidak melihat 6
saudaranya tidak ada,dia akhirnya marah dan melmpiaskan emosinya dengan
membabat pepohonan sepanjang hutan itu namun
ia membabat pepohonan secara acak segingga terbentuklah hilir sungai meggunakan berang lompoa.makanya sungai
jeneberang itu tidak beraturan.Dari kejadian ini masyarakat memaknai sungai
jebenarang sebagai sungai yang banyak memiliki bebatuan yang besar dan itu
dipercaya sebagai karakter sungai jeneberang yang keras kepala dan penuh emosi.
Itulah hubungan berang lompoa dengan sungai jenebarang dan 7 bersaudara itu
menjadi simboo dari sungai jeneberang.
DOKUMENTASI

Komentar
Posting Komentar