NOBAR PENYALIN CAHAYA
Ditengah maraknya kasus pelecehan seksual baik itudalam lingkup kampus maupun lingkungan sekitar, kami dari kawan kawan HMPS Pend. Antropologi FIS-H UNM Periode 2022 melaksanakan kegiatan NOBAR (Nonton Bareng) bersama masyarakat PendidikanAntropologi, bukan hanya sekedar nonton saja, tetapikami melakukan diskusi bersama
Pada Rabu, 27 Juli 2022 Pukul 19:00 WITA, Kawankawan HMPS Pend. Antropologi FIS_H UNM Periode2022 melaksanakan agenda Nobar dengan film “ Penyalin Cahaya “, diskusi ini dipantik oleh KakandaWahida Zafirah Nurdin ( Demisoner Ketua UmumHMPS Pend. Antropologi FIS-H periode 2021-2022 )dan dimoderatori oleh Nur faizah iryani selaku Staff bidang 1 Pendidikan dan Kebudayaan.
Penyalin cahaya adalah film yang disutradarai olehWregas Bhanuteja pada tahun 2021 (Festival Film Internasional Busan ) dalam film ini mengangkat kasuskekerasan dan pelecehan seksual kepada mahasiswadan mahisiswi di salah satu kampus, mengihsakanperjuangan seorang mahasiswi yakni suryani ( SheninaCinnamon ) untuk mengungkap apa yang sebenarnyaterjadi pada malam pesta bersama teman temanteaternya yaitu “ Matahari “ .
Suryani berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkanbukti maupun keadilan karena beasiswanya telahdicabut dari pihak kampus sebab sur mengunggah fotomabuknya di media sosial dan dia dianggap telahmencoreng nama baik kampus dan tidak berperilakubaik.
Salah satu hal yang membuat film ini menarikdikarenakan sisi edukatif yang diberikan oleh film ini, meski masih terjebak dalam perspektif laki laki ataulebih ke budaya patriarki, film ini tidak begitu beratkarena kasus yang diangkat yaitu mengambil gambarseseorang tanpa persetujuan yang bisa membuatseseorang trauma.
Dibawakan dengan cerita dan metafora legendamedusa, penonton pun rasanya sudah bisa menilaibagaimana film ini yang sesungguhnya, dengan adanyafilm ini kita bisa melihat bagaimana masyarakatmaupun institusi menanggapi kasus pelecehan seksual, selalu korban yang malah disudutkan, padahalsebenarnya korban yang harus diberikan perlindungan, bahkan tidak ada orang yang baik baik saja setelah tau dirinya telah dilecehkan.
Bahkan banyak symbol semiotika yang bikin lebihdramatis salah satunya sudah ada sejak awal filmnyaadalah kisah medusa dan perzeus yang menjadipertunjukan dari teater matahari, dalam mitologiyunani, medusa yang sebenarnya telah mengalamipemerkosaan oleh poseiden malah mendapatkanhukuman dari Athena yang kemudia ia disihir menjadimonster yang menakutkan yang dimana kepalanyaberubah menjadi ular dan siapapun yang menatapmatanya akan menjadi batu setelah itu muncul perzeusmanusia setengah dewa yang dimana ia mendapatkanmisi untuk memenggal kepala medusa meski banyakyang menganggapnya jahat, medua sebenarnya adalahsymbol perlawanan terhadap patriarki .
Selain itu sepanjang film ini juga kita juga bisa melihatfenomena fogging nyamuk demam berdarah yang lekatdengan slogan 3M ( Menguras, Menutup, danMengubur ). Slogan ini dapat diartikan sebagai kasuspelecehan seksual yang kerap ditutup dan dikubur danjuga dapat menguras emosi korbannya dan itu kisahseperti itu yang membuat drama ini ternyatamemberikan banyak makna di dalamnya.



Komentar
Posting Komentar