HIKAYAT NEGERI PENYILAP
Oleh: Ismail saputra
Hikayat Negeri Penyilap
Pada
masa yang menghamba dunia
Beriringan
dengan terang gelap datang
Bersamaan
dengan runtuhnya semangat berjuang
Ribuan
orang tua menjerit
Bapak-bapak
kehabisan kucuran keringatnya
Dan
ibu-ibu surut air matanya di hadapan anaknya
Apakah
menginginkan seorang anak untuk menjadi manusia yang manusiawi harus sesusah
itu ?
Inilah
hikayat negeri yang merdeka tapi bingung
Dimana
pemimpinnya berlagak bak aktor holywood saat didepan rakyatnya
Namun
pandai menyilap saat dibelakang rakyat
Inilah
negeri dimana manusia yang ingin belajar harus membayar mahal-mahal
Wahai
ibu bapak ku di rumah,
Dan
tuhan yang berada di langit
Tidak
kah kau melihat negeriku yang kacau tak karuan
Para
penguasa mempertontonkan hikayat negeri para penyilap
Para
buruh menanggung beban Negara dan keluarganya namun hanya digaji semampai daun
kaktus
Guru-guru
nya yang berbusa mengajarkan dogma-dogma yang tidak bisa kita pertanyakan
Lalu
jika para guru itu tidak bisa kita kritisi
Lalu
sebaiknya pendidikan tidak diajarkan sama sekali
Inilah
saatnya kita melawan penindasan dan kemunafikan kawan
Sekedar
meminjam bait suci dari tuhan
Bahwa
setelah kebatilan pasti ada kebenaran
Mari
kita benamkan mereka ke dalam parit-parit kemelaratan
Agar
mereka tahu yang namanya dibodohi dan ditindas
Sebab
selama para cukong-cukong masih berkongkalikong dengan para kapitalis
Maka
negeri ini tak aka nada yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Yang
ada hanyalah kegembiraan bagi para birokrat
Inilah
hikayat negeri penyilap
Tuhan
kupinjam lagi bait sucimu sekali lagi
Bahwa
terberkatilah orang-orang yang berjuang dengan bershaf-shaf
Maka
ridhailah kami dalam berjuang melawan segala ketidakadilan yang merampas
hak-hak rakyat
Dan
binasakanlah mereka yang tidak berjalan pada titahmu
Berkahilah
negeri para penyilap ini
Komentar
Posting Komentar