BERBAGI BACAAN "CANTIK ITU LUKA"
Buku “Cinta Itu luka” memiliki alur maju mundur. Dimanacerita ini dimulai dengan kebangkitan seorang wanita tua setelah 21 tahun kematiannya yang bernama Dewi Ayu. Ia mati pada usianya yang ke-52 tahun tepat 12 hari setelah ia melahirkan anaknya yang ke empat yang buruk rupa.
Dewi Ayu bangkit untuk menguak kutukan dan tragedi keluarga.
Buku itu menceritakan bagaimana kisah seorang gadis keturunan Belanda si *Dewi Ayu* yang terpaksa menjadi seorang pelacur ketika menjadi tahanan tentara Jepang pasca perang. Bagaimana kemudian Dewi Ayu melahirkan 3 orang anak perempuan yang bergitu cantik mewarisi kecantikannya, tetapi tidak sama dengan anaknya yang keempat yang lahir dengan buruk rupa.
Anak yang pertama bernama *Alamanda* . Alamanda ini memiliki seorang kekasih bernama Kamerad Kliwon yang kemudian ia terpaksa menikah dengan seorang Shodanco/komando, ia terpaksa menikah karena ia telah diperkosa oleh Shodanco tersebut. Setelah beberapa lama kemudian dari pernikahannya yang tidak berdasarkan cinta itu akhirnya ia melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama *Nurul Aini atau disebut dengan Ai.*
Disamping itu, anak Dewi Ayu yang ketiga bernama *Maya Dewi* . Maya Dewi di nikahkan oleh ibunya dengan seorang preman yang mencintai Dewi Ayu dan menjadikannya seorang pelacur Pribadinya, tetapi Dewi Ayu malah menikahkan preman tersebut dengan anaknya. Preman itu bernama *Maman Gandeng* . Dari pernikahan Maya Dewi dengan Maman Gendeng memiliki seorang putri yang cantik dan diberi nama *Rengganis Si Cantik.*
Kemudian anak kedua dari Dewi Ayu ini bernama *Adinda.* Adinda menikah dengan Kamerad Kliwon yang adalah mantan kekasih dari kakaknya Alamanda. Dari pernikahannya, Adinda juga melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama *Krisan.*
Menceritakan bagaimana kemudian Ai, Krisan dan Rengganis si cantik ini tumbuh bersama dan ternyata Krisan ini mencintai sepupunya sendiri yaitu Ai. Tetapi mengetahui fakta bahwa ia tidak bisa bersama dengan Ai karena selalu ada Rengganis ci cantik diantara mereka, sampai akhirnya Krisan membunuh Rengganis Si cantik di tengah laut.
Cerita bermula dari Krisan yang memperkosa Rengganis si cantik di toilet sekolah dan menyuruh Rengganis mengatakan kepada orang-orang bahwa ia diperkosa oleh seekor anjing.
Nah pada saat itu ada seorang anak laki-laki bernama Kinkinanak dari seorang tukang gali kubur. Kinkin ini mencintai Rengganis dan berniat untuk menikahinya, ia bahkan menghadap ayah Rengganis Si cantik dan mengaku bahwa ia yang akan menikahi putri nya karna telah memperkosa Rengganis si cantik. Tetapi ayah Rengganis si cantik menolak.
Kemudian Rengganis si cantik melahirkan anaknya dan melarikan diri ke hutan hingga anaknya kemudian mati di makan ajak-ajak. Hilangnya Rengganis si cantik ini membuat Ai jatuh dan akhirnya mati.
Dan sebuah fakta mengejutkan bahwa Krisanlah yang menggali kuburan Ai karna ia sangat mencintai gadis itu. Krisan menyembunyikan mayat Ai dibawah kolong tempat tidurnya. Kemudian Rengganis kembali dan datang dirumahKrisan, lalu keduanya kabur membawa mayat Ai, mereka tiba di tengah laut dimana Krisan membunuh Rengganis si cantik disana.
Dan bercerita tentang anak Keempat Dewi Ayu si buruk rupa ini, bagaimana anak itu lahir setelah Dewi Ayu terus berusaha untuk membunuhnya semasa didalam kandungan tetapi anak ini tetap hidup dan dilahirkan. Si buruk rupa ini memiliki kulit yang hitam seluruhnya seperti terbakar, hidungnya seperti colokan, telinganya seperti telinga panci dan rambutnya seperti sapu. Sebuah fakta menarik lainnya juga, bagaimana kemudian si *Kinkin* ini memanggil roh Rengganis si cantik untuk mencari tahu siapa yang telah membunuhnya. Dan ketika ia tahu bahwa Krisan lah yang membunuh Rengganis Si cantik akhirnya ia memutuskan untuk membunuh Krisan dan membalaskan dendamnya.Dan si buruk rupa ini diberi nama *Si Cantik* oleh Dewi Ayu. Sebuah skandal yang menurut orang-orang sangat memalukan bagaimana bisa seorang yang buruk rupa itu akan dipanggil Si Cantik. Anak Dewi Ayu ini hidup dan tumbuh bersama dengan seorang perempuan bisu yang telah lama tinggal bersama-sama dengan Dewi Ayu sejak kecilnya. Perempuan bisu itu bernama *Rosinah* . Rosinah ini lah yang kemudian merawat dan membesarkan anak Dewi Ayu ini hingga dewasa dan usianya yang telah menginjak 21 tahun. Dimana kemudian Dewi Ayu bangkit dan bertemu dengan putrinya dan betapa terkejutnya ia ketika ia mengetahui bahwa anaknya terlahir seperti yang ia harapkan. Dewi Ayu memang mengharapkan agar ia melahirkan anak yang buruk rupa, sebab ia berkata bahwa ia telah bosan melahirkan anak yang cantik.
Krisan mati dan kemudian di kuburkan oleh ibu dan bibinya yaitu Alamanda dan Maya Dewi yang dimana ketiga bersaudara itu telah menjadi Janda semua.
Kemudian Si Cantik datang dan menangisi mayat Krisan, dan ketika Adinda dan saudaranya melihatnya mereka kemudian teringat dengan desas-desus bahwa Dewi Ayu ibu mereka telah melahirkan seorang anak yang buruk rupa dan itu adalah wanita yang saat ini mereka lihat, itulah si Cantik.
Kemudian setelah pertemuan itu, mereka berempat akhirnya pulang kerumah Dewi Ayu yang di tinggali Rosinah dan Si cantik. Mereka tinggal dirumah mereka Masing-masing dan melanjutkan kehidupan mereka yang sunyi, dan mereka pun tetap saling mengunjungi begitupun si Cantik. Mereka tetap hidup bahagia dan saling mencintai satu sama lain, tidak peduli orang-orang yang menggunjing atau menyebut mereka gerombolan janda janda. Kemudian cerita menarik lainnya yaitu, suatu malam Dewi Ayu mendengar dan mendapatkan bahwa Si Cantik ini tengah berhubungan dengan seorang laki-laki yang sering ia sebut sebagai Pangerannya. Si Cantik kemudian Hamil dan melahirkan anaknya secara prematur tanpa diberi nama.
Malam ketika Si Cantik dan Pangerannya ini sedang berhubungan, tiba-tiba Kinkin datang dan menembaki Si Pangeran itu yang tidak lain adalah *Krisan* .
Dan sedikit pesan moral yang saya dapatkan dari novel cantik itu luka adalah selanjutnya berhubungan dengan bagaimana seorang manusia membangun citra atau memperlakukan dirinya sendiri, terlepas dari bagaimana dirinya dalam lingkup sosial.
Hal ini dapat terlihat dari bagaimana Dewi Ayu membangun kelasnya tersendiri walaupun dirinya adalah seorang pelacur. Ia tetap mengunakan pakaian yang sopan dan bersikap santun.
Tokoh Dewi Ayu pada novel cantik itu luka juga digambarkan sebagai seorang yang sangat teguh pendiriannya.
[29/7 5:00 PM] Refi Scolastik: Itu adalah akhir dari cerita ini


Komentar
Posting Komentar