KAMPUSKU KAMPUS (P)ELIT
Opini - Alif Rifka Anugrah
Penulis hanya berusaha menuangkan ide yang sudah sesak dalam isi kepala kedalam tulisan ini dengan bersandar pada kebebasan demokrasi sebagai anugerah dari Tuhan YME. Selamat memperingati "Hari Pendidikan Nasional". Semoga harapan "Mencerdaskan kehidupan bangsa" dapat terwujud tanpa adanya penindasan dalam dunia pendidikan sebagaimana layaknya memanusiakan manusia.
Empat pokok pembahasan unik yang penulis berusaha kupas dan hubungkan dalam tulisan ini, yaitu :
1. UNM dimasa pandemi
2. Uang Kuliah Tinggi
3. Tetap pelit dalam tantangan
4. Universitas Negeri Mahal.
1. UNM dimasa pandemi
2. Uang Kuliah Tinggi
3. Tetap pelit dalam tantangan
4. Universitas Negeri Mahal.
1. UNM DI MASA PANDEMI
Tidak ada yang tidak tahu korona, belakangan ini kata korona begitu manis dan legit untuk dibahas, hampir semua kalangan mulai dari buruh, petani, nelayan, tua dan muda begitu semangat membahasnya, meski tidak semua tahu detilnya namun sangat diketahui keberadaanya sebagai sebuah virus dan penyakit.
Seperti halnya Manusia yang kenal baik dengan Corona. Sebaliknya, Corona juga semakin akrab dengan Manusia. dilansir di Worldometers, hingga Jumat (1/5/2020) pagi, jumlah kasus Covid-19 tercatat 3.302.909 kasus.
Pemerintah Indonesia dalam penanganannya melalui Kemendikbud telah memberikan instruksi terhadap seluruh kampus negeri agar memberikan keringanan/kompensasi kepada mahasiswa selama masa pandemi. Uang Kuliah Tunggal yang bersifat transparan dan akuntabel seharusnya diketahui oleh setiap mahasiswa dikemanakan dan dipakai untuk apa UANG KULIAH TINGGI itu. Namun sampai saat ini masih banyak kampus negeri yang tidak menjalankan instruksi tersebut. Salah satu Kampus (P)elit yang tidak memberikan kompensasi maupun kejelasan tentang keringanan Uang kuliah yaitu kampus penulis sendiri yang bernama UNM (Universitas Negeri Mahal). Kampus dengan akreditasi A (Katanya) dengan kemegahan gedung Phinisi yang menjadi iconnya.
Tidak ada yang tidak tahu korona, belakangan ini kata korona begitu manis dan legit untuk dibahas, hampir semua kalangan mulai dari buruh, petani, nelayan, tua dan muda begitu semangat membahasnya, meski tidak semua tahu detilnya namun sangat diketahui keberadaanya sebagai sebuah virus dan penyakit.
Seperti halnya Manusia yang kenal baik dengan Corona. Sebaliknya, Corona juga semakin akrab dengan Manusia. dilansir di Worldometers, hingga Jumat (1/5/2020) pagi, jumlah kasus Covid-19 tercatat 3.302.909 kasus.
Pemerintah Indonesia dalam penanganannya melalui Kemendikbud telah memberikan instruksi terhadap seluruh kampus negeri agar memberikan keringanan/kompensasi kepada mahasiswa selama masa pandemi. Uang Kuliah Tunggal yang bersifat transparan dan akuntabel seharusnya diketahui oleh setiap mahasiswa dikemanakan dan dipakai untuk apa UANG KULIAH TINGGI itu. Namun sampai saat ini masih banyak kampus negeri yang tidak menjalankan instruksi tersebut. Salah satu Kampus (P)elit yang tidak memberikan kompensasi maupun kejelasan tentang keringanan Uang kuliah yaitu kampus penulis sendiri yang bernama UNM (Universitas Negeri Mahal). Kampus dengan akreditasi A (Katanya) dengan kemegahan gedung Phinisi yang menjadi iconnya.
2. Uang Kuliah Tinggi
Uang Kuliah Tunggal ialah besaran biaya yang harus di bayarkan mahasiswa per semesternya yang konon bertujuan untuk meringankan beban mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di perguruan tinggi. Dongengpun berlanjut, Sesuai dengan UU Pendidikan Tinggi No.12 tahun 2012 tentang UKT. Namun di masa pandemi ini alokasi dari UKT tersebut seharusnya transparan dan tepat sasaran, mengingat kebutuhan perkuliahan tatap muka dan perkuliahan daring mahasiswa itu berbeda. Jika kita melihat realitas yang ada di kampus UNM itu sendiri, Amanah dari UKT tersebut belum terwujud.
Uang Kuliah Tunggal ialah besaran biaya yang harus di bayarkan mahasiswa per semesternya yang konon bertujuan untuk meringankan beban mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di perguruan tinggi. Dongengpun berlanjut, Sesuai dengan UU Pendidikan Tinggi No.12 tahun 2012 tentang UKT. Namun di masa pandemi ini alokasi dari UKT tersebut seharusnya transparan dan tepat sasaran, mengingat kebutuhan perkuliahan tatap muka dan perkuliahan daring mahasiswa itu berbeda. Jika kita melihat realitas yang ada di kampus UNM itu sendiri, Amanah dari UKT tersebut belum terwujud.
3. Tetap Pelit dalam Tantangan
Bagi mahasiswa atau civitas akademika Universitas Negeri Mahal tentu tak asing lagi dengan semboyan "Tetap jaya dalam tantangan" Semboyan lantang di ucapkan para birokrat sejak masa PKKMB setiap tahun nya. Agar mahasiswa baru lebih takjub dan kagum lagi dengan kampusnya.
Bagi mahasiswa atau civitas akademika Universitas Negeri Mahal tentu tak asing lagi dengan semboyan "Tetap jaya dalam tantangan" Semboyan lantang di ucapkan para birokrat sejak masa PKKMB setiap tahun nya. Agar mahasiswa baru lebih takjub dan kagum lagi dengan kampusnya.
"Tetap Pelit Dalam Tantangan" tak sejalan sesuai harapan, kampus UNM tak selamanya berjaya. Sampai saat tantangan baru ini yaitu pandemi virus Covid-19 mengharuskan Birokrat kampus menjalankan sistem perkuliahan online atau E-Learning terhadap mahasiswa dikarenakan himbauan ini dan itu dari pemerintah. Namun seharusnya para birokrat kampus juga memperhatikan kondisi mahasiswa nya selama masa pandemi. Mulai dari keluh kesah perkuliahan online(Kuota,jaringan,Tugas,Jadwal dll) hingga efektivitas dan Penyesuaian UKT bagi mahasiswa.
"Apa kabarji Subsidi Kuota kakak? Kebutuhan Internetta meningkat baru sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Surat Edaran Rektor Nomor 933/UN36/TU/2020 tentang pemberian subsidi voucher kuota internet senilai Rp. 50.000 kepada mahasiswa Aktif." Ungkap salah satu mahasiswa Pendidikan Antropologi yang berkeluh kesah kepada penulis dan enggan disebutkan namanya itu.
Perlu pembaca ketahui sejak pandemi dan sistem perkuliahan online di jalankan,Universitas Negeri Mahal(UNM) merupakan salah satu dari sekian kampus di indonesia yang belum mengakomodasi kebutuhan mahasiswa secara maksimal.(Data BEM SI,Tirto.id) tentu birokrasi kampus harus mengambil langkah yang tepat untuk meringankan beban mahasiswa nya. Misalnya penyesuaian atau pembebasan UKT atau pun Kejelasan subsidi kuota untuk menunjang proses perkuliahan online.
Perlu pembaca ketahui sejak pandemi dan sistem perkuliahan online di jalankan,Universitas Negeri Mahal(UNM) merupakan salah satu dari sekian kampus di indonesia yang belum mengakomodasi kebutuhan mahasiswa secara maksimal.(Data BEM SI,Tirto.id) tentu birokrasi kampus harus mengambil langkah yang tepat untuk meringankan beban mahasiswa nya. Misalnya penyesuaian atau pembebasan UKT atau pun Kejelasan subsidi kuota untuk menunjang proses perkuliahan online.
4. Universitas Negeri Mahal
Universitas Negeri Mahal ialah salah satu kampus besar berakreditasi A yang berada di Sulawesi selatan yang telah mencetak ribuan wisudawan yang di persiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Kenapa Mahal? Universitas Negeri Makassar memiliki puluhan ribu Mahasiswa(i) yang taat membayar UKT tiap semesternya. Tentunya UKT itu sendiri untuk menunjang proses akademik dan proses ber dinamika mahasiswa dalam kampus setiap semesternya. Namun nyatanya UNM masih belum mencermikan kampus A sebagaimana mestinya. Mulai dari Sarpras, Kebebasan demokrasi dalam kampus, Tenaga pengajar ,hingga problem UKT adalah masalah yang telah mengakar dari dulu hingga sekarang dan belum terpecahkan.
Universitas Negeri Mahal ialah salah satu kampus besar berakreditasi A yang berada di Sulawesi selatan yang telah mencetak ribuan wisudawan yang di persiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Kenapa Mahal? Universitas Negeri Makassar memiliki puluhan ribu Mahasiswa(i) yang taat membayar UKT tiap semesternya. Tentunya UKT itu sendiri untuk menunjang proses akademik dan proses ber dinamika mahasiswa dalam kampus setiap semesternya. Namun nyatanya UNM masih belum mencermikan kampus A sebagaimana mestinya. Mulai dari Sarpras, Kebebasan demokrasi dalam kampus, Tenaga pengajar ,hingga problem UKT adalah masalah yang telah mengakar dari dulu hingga sekarang dan belum terpecahkan.
Berbangga diri berkuliah di kampus negeri (P)elit ini hanyalah sebatas harapan palsu belaka. megahnya gedung phinisi yang menjadi pusat rektorat dan birokrasi berbading terbalik dengan suasana kampus perkuliahan. Sampah dimana-mana,banjir di musim hujan dan gedung mangkrak menjadi pemandangan sehari-hari bagi mahasiswa Universitas Negeri Mahal. Tentunya hal demikian tak patut menjadi alasan seseorang untuk enggan merasakan dunia pendidikan tinggi, namun harapan yang kemudian muncul dari setiap individu yaitu bisa berkuliah di kampus yang layak agar dapat menunjang proses berdinamika saat menjadi mahasiswa.
Peran mahasiswa saat ini sangatlah penting untuk membawa suatu perubahan mulai dari kesadaran kolektif untuk mengkritisi sesuatu yang tidak seharusnya. Disisilain peran birokrasi juga berpengaruh besar dalam mewujudkan amanah UUD dan cita-cita pendidikan. Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk kita semua, semoga dunia pendidikan dapat berbenah dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Panjang Umur Perjuangan!

Komentar
Posting Komentar