1 Mei Bukanlah Hari Eforiah Buruh Tapi Hari Perjuangan Buruh




Tepat hari ini 134 tahun lalu, puluhan ribu buruh di Chicago, Amerika Serikat (AS) pada 1 Mei 1886 melakukan mogok massal dan turun ke jalan menuntut delapan jam kerja.

Aksi yang pada mulanya berjalan damai seketika berubah menjadi panas dan menegangkan karena tindakan represif aparat. Polisi menghadapi kerumunan massa dengan melepaskan tembakan, empat orang tewas serta banyak yang luka-luka. Hingga pada 4 Mei para buruh tidak hanya mogok tapi juga melakukan aksi fisik yang dikenal dengan nama Haymarket Affair dan melakukan bentrok fisik dengan aparat. 

Tindakan represif itu menimbulkan gelombang unjuk rasa dari buruh yang lebih besar lagi. Simpatipun mulai bergucuran dari berbagai penjuru dunia atas kejadian itu, puncaknya adalah pelaksanaan Kongres Sosialis Internasional II 1 Mei tiga tahun berikutnya di Paris pada Juli 1889, dengan menetapkan 1 Mei sebagai hari libur para buruh.

Hari itu para pekerja telah memperlihatkan solidaritas dan perjuangan luarbiasa dengan turun ke jalan, saling menjaga, dan mengingat betapa perjuangan buruh telah membawa banyak perubahan sampai pada hari ini.

hak berserikat, hak untuk kesehatan, Hak untuk cuti, hak untuk mendapatkan pesangon, delapan jam kerja, hak untuk mendapatkan hari libur, hingga kesetaraan upah bagi laki-laki dan perempuan adalah hak yang diperoleh dari perjuangan kaum buruh.

Satu Mei merupakan hari raya besar kelas perja dan kaum buruh yang progresif den penuh kesadaran akan identitas kelas. Hari ini bukanlah hari eforiah buruh melainkan hari perjuangan buruh.







Komentar

Postingan Populer

Sistem Kuliah Online UNM terinfeksi Covid-19, Mahasiswa Sesak Akal

Stigma Mahasiswa Gondrong

HMPS PENDIDIKAN ANTROPOLOGI FIS UNM Adakan Baksos di Bumi Sawerigading

Teruntuk kaum rebahan, mari kita hilangkan kesenangan "Hore, kuliah online"