Hoax dan Hegemoni media
Memasuki Abad 21 di era digital ini, teknologi kian dahsyatnya memasuki setiap lini kehidupan, menciptakan relasi diberbagai belahan bumi tanpa batas dan perlahan mempengaruhi sentimen setiap manusia. Everett M. Rogers dalam bukunya Communication Technology; The New Media in Society(dalam Mulyana, 1999), menjelaskan bahwa dalam hubungan komunikasi di masyarakat, dikenal empat era komunikasi yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi dan era media komunikasi interaktif.
Kebebasan berselancar di dunia maya dewasa ini merupakan kebutuhan setiap individu, bagaimana tidak, setiap informasi yang kita butuhkan hampir semua ada di dalam internet. Tingginya konsumsi informasi di internet meningkatkan penyajian informasi yang amburadul pula, ditambah lagi setiap orang bahkan anak-anak di bawah umur bebas memposting informasi atau berita yang belum tentu valid, belum ter-verifikasi atau palsu.
Berita palsu inilah yang dimaksud dengan hoax. Kata hoax adalah berasal dari Bahasa Inggris dan kini kerap muncul di berbagai media. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks atau hoax adalah berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Menurut Silverman (2015), hoax adalah sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun 'dijual sebagai kebenaran. Media penyebaran hoax bermacam-macam namun yang paling sering di temui ada didalam dunia maya seperti sosial media.
Jenis berita palsu atau hoax yang sering muncul dan harus di waspadai
1. Hoax dapat hadiah gratis
Hoax ini modusnya sama seperti penipuan online, biasanya kita akan dikirimkan pesan broadcast atau pop-up massege yang didalamnya berisi pengumuman mendapapatkan hadiah gratis. Di sini korban biasanya jarang mengalami kerugian, namun yang berbahaya apabila korban mengisi survei-survei menggunakan email penting seperti email kantor dll.
2. Hoax virus
Hoax ini dipastikan dikembangkan oleh hacker yang punya niat tertentu, virus ini sangat berbahaya bisa merusak device smartphone ataupun komputer kita
3. Hoax kirim pesan berantai
Pengguna aplikasi sosial media biasanya yang paling sering mendapat hoax yang satu ini, isinya berupa pesan yang diteruskan dengan tulisan mendapat hadiah tertentu.
4. Hoax pencemaran nama
Berita palsu yang bisa tersebar dengan cepat di dunia maya menghancurkan hidup seseorang dalam sekejap, penyebar hoax jenis ini biasanya akan di pidanakan.
5. Hoax kisah menyedihkan
Hoax satu ini berupa surat yang berisikan tentang kabar dari seseorang yang tengah sakit dan membutuhkan dana guna operasi atau obat. Hoax jenis ini biasanya menggunakan foto dari Google demi mendapatkan simpati. Oknum dari penyebar hoax ini turut menyertakan nomor rekening agar korban yang tertipu bisa mengirimkan beberapa jumlah uang.
Frame yang di ciptakan oleh media merupakan rekayasa sosial yang tidak disadari, peranan media yang begitu kuat menggiring manusia kedalam lembah kebinasaan, dengan cara mempengaruhi alam pikiran mereka dan mencipatkan sebuah sistem dominasi melalui penciptaan ideologi yang dominan. Menurut paradigma hegemonian, media massa adalah alat penguasa untuk menciptakan ketaatan. Konsep hegemoni selalu mengerucut kepada satu nama yaitu Antonio Gramsci. Gramsci menjelaskan bahwa hegemoni merupakan sebuah proses penguasaan kelas dominan kepada kelas bawah, dan kelas bawah juga aktif mendukung ide-ide kelas dominan.
Perlu diketahui bahwa penguasaan tidak dilakukan dengan kekerasan melainkan, melalui bentuk-bentuk persetujuan masyarakat yang dikuasai. begitupun sifat Media tak selalu independen dan memiliki kepentingan terselubung yang berusaha memproyeksikan dirinya dalam realitas
Tak dapat disangkal lagi bahwa media telah menggiring kita kepada kebenaran yang nyata adanya namun sebenarnya salah atau belum tentu benar.

Komentar
Posting Komentar