“ 7 PANGNGERANG ASSA’NA BALITI”
LAPORAN PENELITIAN
TEMA : PUSAKA NAPAK TILAS
JUDUL : 7 PANGNGERANG ASSA’NA BALITI
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1
1.
ANDI MUHAMMAD ISRA
2.
FAIRUZZABIL ARQAM
3.
MUHAMMAD SAHIR
4.
SRI WAHYUNI RAIS
5.
YULITA SOMBA
6.
NOVA FEBRIANTY IDHAM BASO
7. SITTI AISYAH
1. Kampung tersebut dinamakan kampung Baliti karena daeng
Baliti yang pertama sekali tinggal di kmpung ini, daeng baliti mempunyai istri
bernama daeng Sarombe. Kampung Baliti terkenal dengan kebudayaan dan adatnya
yang sering mengadakan acara kebudayaan yang orang-orang disana sering
menyebutnya dengan “Balle sumanga” yang di laksanakan 2 tahun sekali setiap
bulan Agustus, pada acara kebudayaan ini yang paling sering disajikan yaitu
ayam 12 ekor .
2. Awal terbentuknya 7 pangngerang karena orang terdahulu
mengatakan hanya di baliti yang ada 7 pangngerang yang merupakan sebuah
hidayah, pusaka terdahulu berupa, takkang bassia, Daeng Baliti dan Dg Sarombe (karaeng
ma’lilikia), katoang buttayya perempuan dan laki-laki, umma’ buttayya,
mattellu’, panggadakkang.
3. Manfaat adanya 7 pangngerang bagi di kampung Baliti
yaitu menyembuhkan penyakit, membantu kesusahan dan menjadi sanro.
4. Pusaka tersebut biasanya di wariskan kepada sanro
dengan berbagai cara diantaranya melalui mimpi, secara turum temurun atau arwah
pendahulunya merasuki seseorang untuk memberitahukan siapa sanro berikutnya.
5. Adapun 7 Nama-nama Pusaka beserta Sanro-nya:
·
Pusaka:Takkang
Bassia
Sanro 1 : Toa Rai
Sanro 2 : Dg Juma’
Sanro 3 : To’ Manggong
Sanro 4 : Dg Sawala
·
Pusaka : Dg Baliti
(Dg Sarombe dan Karaeng Ma’lilikia)
Sanro 1 : To’ Be’ba
Sanro 2 : To’ Joa
Sanro 3 : Dg Dattia
Sanro 4 : Dg Lenteng
·
Pusaka : Katoang Buttayya
( Laki-Laki)
Sanro 1 : Dg Dambaru
Sanro 2 : Dg Mangatte
·
Pusaka : Katoang Buttayya
( Perempuan )
Sanro 1 :
Sanro 2 :
·
Pusaka : Umma’
Buttaya
Sanro 1 : Dg Pata
Sanro 2 :Mansur
Sanro 3 : Dg Jawa
·
Pusaka :
Pangadakkang
Sanro 1 : To’ Be’ba
Sanro 2 : To’ Joa
Sanro 3 : Dg Dattia
Sanro 4 : Dg Lenteng
·
Pusaka : Mattellu
Sanro 1 : Dg Rabai
Sanro 2 : Dg Basri
6. Kegunaan ke 7 pusaka yaitu :
·
Pusaka Takkang
Bassia digunakan untuk pengobatan
·
Pusaka Dg Baliti
dan Dg Sarombe ( Karaeng Ma’lilikia ) digunakan untuk pengobatan
·
Pusaka Katoang Buttayya
(Laki-Laki) digunakan untuk persalinan dan pernikahan
·
Pusaka Katoang Buttayya
(Perempuan) digunakan untuk persalinan dan pernikahan
·
Pusaka Umma’
Buttaya digunakan untuk pesta panen dan penyembuhan penyakit
·
Pusaka
Pangadakkang digunakan untuk pengobatan
·
Pusaka Mattellu
digunakan untuk
7. Syarat untuk menjadi sanro berikutnya yaitu :
keturunan, dari keturunan tersebut seseorang mendapatkan mimpi dari sanro
berikutnya.
LAMPIRAN
1.
Pusaka Dg Baliti (Dg
Sarombe dan Karaeng Ma’lilikia)


2.
Katoang Buttayya
(Laki-Laki)

3. Katoang Buttayya (Perempuan)

4. Umma’ Buttaya

5. Takkang Bassia

6.
Mattelu

7.
Pangadakkang

Narasumber 1
Nama : Dg Nani
Umur : 75 tahun
Narasumber 2
Nama : Dg Salih
Umur : 70-an tahun
Narasumber 3
Nama : Dg Ngai
Umur : 50-an tahun
Narasumber 4
Nama : Dg Panno
Umur : 50-an tahun

Komentar
Posting Komentar